Saturday, November 06, 2004
Wednesday, November 03, 2004
:: my writings :: Think Different....
Demikianlah Rasulullah berpesan kepada kita semua mengenai keutamaan ilmu dan mengajarkannya kepada yang tidak mengetahui. Begitu mulia, tinggi dan penuh barokah, bahkan disebutkan bahwa ilmu adalah pendekatan diri kepada Zat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Lalu apakah ada batasan tertentu mengenai ilmu yang penuh barokah tersebut? Bisa dikatakan hampir tidak ada, kecuali untuk ilmu-ilmu yang tidak mendatangkan manfaat. Jadi hampir segala sesuatu yang kita lihat, dengar, rasakan setiap hari bisa kita pelajari dan bermanfaat.
Mungkin pembaca pernah mendengar bahwa Isaac Newton merumuskan F=m.a itu bermula dari pengamatannya terhadap jatuhnya apel dari pohon. Cukup sepele memang, hanya apel yang jatuh. Saat itu mungkin orang “biasa” akan menganggap itu sebagai suatu hal yang wajar dan titik, tidak ada proses keingintahuan, proses belajar, proses memetik hikmah. Berbeda dengan Newton, ia kemudian bertanya kepada dirinya sendiri “mengapa apel ini jatuh?“. Suatu pertanyaan yang menggelikan dan “aneh”. Namun apa yang terjadi? Dengan apel jatuhnya tersebut Newton berhasil meletakkan dasar dari ilmu fisika klasik yang sampai saat ini masih banyak digunakan.
Sebenarnya apa yang membedakan Newton dengan orang lain pada zamannya sehingga ia dapat menghasilkan suatu penemuan yang fenomenal? Apakah kita juga bisa menghasilkan suatu penemuan yang penting? Apa rahasianya? Berikut ini akan dikemukakan beberapa tips untuk dapat berpikir “unusual”:
- Bertanya, bertanya, dan bertanya..... (Question)
Satu hal yang Newton (dan tokoh penemu lainnya) lakukan dimana orang lain pada saat itu tidak akan melakukannya adalah bertanya (wondering). Seberapa pun “bodoh”nya suatu pertanyaan ia pasti bermanfaat dan menimbulkan rasa ingin tahu. Jangan ragu untuk selalu bertanya.
- Jadilah kreatif dalam segala hal. (Creative)
Kreatif tidak harus serasi, kreatif juga tidak harus bagus. Intinya kreatif memang tidak bersyarat. Biasakanlah untuk kreatif dalam memecahkan segala permasalahan, cari solusi yang tidak tidak terpikirkan sebelumnya.
- Dobrak batasan-batasan yang ada. (Out Bond)
Ini menjadi hal utama dalam proses berpikir “unusual”. Dalam memecahkan suatu permasalahan cobalah untuk melihat dari perspektif yang lebih luas dan coba untuk melepas batasan-batasan yang ada (dalam tingkat yang wajar tentu).
- Tidak takut untuk berbeda. (Not Affraid of Being Different)
Adalah wajar untuk berbeda, namun untuk reatif tidak harus selalu berbeda. Lihatlah Wright Brothers, mereka berbeda dengan orang-orang pada zamannya, mereka ingin bisa “terbang”. Suatu impian yang mustahil (kata orang-orang pada saat itu). Tapi dengan keteguhan hati dan semangat yang kuat pada akhirnya mereka berhasil “terbang”.
- Selalu perduli terhadap keadaan lingkungannya. (Being Aware)
Waspada dan perduli terhadap lingkungan sekitar, selalu mencari solusi untuk segala permasalahan yang terjadi di lingkungan di sekitar.
- Buat jurnal pribadi. (Personal Journal)
Tulis segala pemikiran, penemuan, rumusan yang anda dapat dalam satu buku. Hal ini untuk memudahkan pengolahan ide lebih lanjut di masa yang akan datang.
- Berbagilah mengenai ide-ide yang anda dapatkan. (Sharing Ideas)
Dalam mengembangkan ide kita tidak dapat hanya mengandalkan kemam-puan diri sendiri saja. Sebaiknya kita berbagi dengan rekan kita untuk mendapatkan masukan serta pandangan dari perspektif yang berbeda. []fyl <<>
Tuesday, November 02, 2004
:: my writings :: Jangan kecewa dulu....
Kegagalan.... siapa yang menginginkannya? walaupun tidak ada satu orang pun di dunia ini yang menginginkannya, kegagalan kerap kali terjadi, tidak terkecuali terhadap diri kita. Banyak hal yang bisa menyebabkan kegagalan, baik itu dari diri kita sendiri maupun dari pihak luar atau lingkungan. Gagal dalam ujian karena kurang belajar.... itu sudah biasa dan tidak ada alasan untuk kecewa dalam hal ini.... tapi jika gagal ujian karena materi yang diujikan sama sekali berbeda dengan apa yang diajarkan.... (misal yang diajarkan matematika, tapi waktu ujian yang keluar malah pertanyaan tentang sejarah.... ga mungkin banget yaa?), dan kita sudah berusaha dengan maksimal. Nah, apakah untuk kasus yang satu ini kita layak untuk kecewa? boleh untuk berkeluh? wajar untuk nggerutu? silahkan anda baca uraian berikut sebelum menjawab pertanyaan tersebut.....
Dalam melakukan segala sesuatu, kita pasti memiliki tujuan, harapan, dan keinginan (disadari atupun tidak). yang saya maksud disini adalah "Segala sesuatu"..... jadi kita berdiri, berjalan, menulis, berbicara, berlari, dsb pasti memiliki apa yang dinamakan tujuan.
Yang menjadi masalah adalah seringkali kita melupakan tujuan2x tersebut segera setelah kita mulai melakukan aktifitas yang kita lakukan.
Sebagai contoh, kita ingin berbelanja bulanan ke mall. segala persiapan sudah kita lakukan, mulai dari daftar belanjaan, uang, kartu kredit mungkin, sepatu kets (biar enak jalan2xnya), tas, SIM, STNK, dan kunci mobil, HP. ketika akan berangkat ternyata mobil kita mogok, mau naik taksi ga cukup uangnya, kebanyakan dari kita akan marah, ngambek, alias kecewa karena tidak bisa pergi ke mall.
Disinilah logika kita diuji.... kalau kita masih bisa mengingat apa tujuan awal kita (yaitu belanja bulanan) tentu kita bisa mencari alternatif solusi yang lain. naik angkot misalnya, atau bahkan kalau ga perlu2x amat ke mall, belanjanya di mini market dekat rumah juga bisa, atau kalau tidak memungkinkan, belanjanya sebagian dulu di warung dekat rumah, atau bisa telepon ke warung yang menyediakan layanan antar, atau kita bisa menunda belanja bulanan dan melakukan hal lain daripada ngambek dan nggerutu.
Itu sedikit contoh mengenai pentingnya kita mengingat akan tujuan awal kita melakukan sesuatu.
okelah, untuk kasus diatas dengan mengingat tujuan awal, kita sudah bisa berpikir rasional untuk mencari solusi lainnya.
Bagaimana untuk kasus kegagalan yang memang sudah tidak ada solusi lagi... alias gagal murni ? misalnya gagal dalam SPMB, gagal dalam perlombaan, gagal dalam ujian, gagal dalam melaksanakan suatu acara, dst.
Disini kita dilatih untuk bisa merumuskan tujuan2x dengan lebih sistematis dan lebih terarah.
bisa anda bayangkan, seorang siswa SMA belajar habis-habisan selama satu tahun dengan satu tujuan, bisa kuliah di elektro ITB. Namun ternyata dia sama sekali tidak lulus SPMB. Kecewa? pasti!! dan tidak sedikit dari mereka yang rela untuk "nganggur" 1 tahun hanya untuk persiapan SPMB tahun berikutnya. jika yang terjadi adalah hal yang sama 3 tahun berturut-turut.... kira2x menurut anda apa yang salah??
Apakah karena dia kurang berusaha dalam belajarnya??
Apakah karena dia salah menggunakan pensil ketika ujian??
Apakah karena dia terlampau berusaha hingga melewati "batas" itu??
Atau mungkin dia salah menuliskan nomor peserta di lembar jawaban??
semua kemungkinan itu bisa terjadi.... tapi satu yang pasti, dia tidak merumuskan secara sistematis tujuannya mengikuti SPMB. Dia hanya punya satu tujuan.... elektro ITB. Dengan perumusan tujuan seperti ini (single purpose), secara tidak sadar pikirannya akan menolak pemikiran-pemikiran selain tujuan yang dimaksud (ini salah satu teori bahwa otak memiliki filter dalam menyerap informasi, akan saya bahas lain waktu). Sehingga (secara tidak sadar pula) dia akan merasa tidak memiliki tujuan lain.
Ayolah.... apakah elektro ITB itu sebanding dengan nganggur 3 tahun berturut-turut?? kalau saya pribadi tidak mendapatkan logika dari itu semua.
Saya kira untuk kejadian se-"rasional" ini (SPMB / perpindahan antara SMA dan kuliah) memang diperlukan perumusan tujuan yang rasional pula, bukan begitu?
okelah..... enough dengan ceritanya..... langsung aja saya kasih tips perumusan tujuan:
- tentukan tujuan2x global (misalnya: untuk mencapai ridha ilahi, membahagiakan orang tua, menambah pengalaman,.... dst)
- tentukan satu tujuan utama.....
- buat list tujuan2x yang bisa dicapai jika tujuan utama bisa dicapai....
- buat perencanaan tujuan2x secondary dengan mengacu pada poin ketiga.
- tulis perencanaan ini di selembar atau beberapa lembar kertas berupa poin2x dalam tulisan yang besar.
- tempel kertas tersebut di tempat-tempat yang sering dilihat (meja belajar, buku catatan, binder, dompet, dl).
to be continued......
:: kekecewaan hanya untuk para pecundang (adi, 2 november 2004) ::
Nah, selanjutnya tinggal berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan2x tersebut. Setidaknya sekarang ada lebih banyak alasan bagi kita untuk memaksimalkan usaha kita....
Okelah, kalau memang ternyata tujuan utama kita bisa tercapai berarti metode ini berhasil.... tapi kalau ternyata tujuan utama kita ga tercapai alias gagal gimana?? Jawabannya sederhana saja, kalau kita sudah bisa membuat perencanaan tujuan secara sistematis, kita tentu juga bisa berpikir secara rasional mengenai kegagalan tersebut. Misal tujuan utama kita tidak tercapai, namun apa lantas kita harus stress?? jangan dong! yang perlu kita lakukan adalah review kembali perencanaan tujuan kita, apakah kita sudah gagal dalam semua tujuan? saya yakin pasti ada dua atau tiga poin tujuan yang sudah tercapai. Selanjutnya lihat tujuan2x secondary yang ingin kita capai, apakah ada solusi lain untuk mencapai tujuan2x secondary tersebut? kuncinya adalah tetap berpikir positif akan segala sesuatu, maka kita akan mampu berpikir secara rasional, bukan emosional.
:: fakta : linkin park meng-arrange satu lagu dalam lebih dari 30 versi, sampai didapat satu versi yang akhirnya menjadi hits di seluruh dunia ::
:: my final mid-test on undergraduate prog ::
:: no quote... ::
beberapa hari ini saya absen dari ngisi blog.... knapa?? karna almost every weekend, saya harus keluar kota (buitenzorg)..... lho? knapa sampe harus tiap minggu? itu namanya tuntutan hobi... (saya pernah bilang saya akan cerita tentang hobi saya...). tepatnya sih hobi yang bermanfaat.
di kota itu saya tergabung dengan sebuah tim nasyid.... (kalo yang belum tau..... nasyid itu...... asyiiiik!!) dan weekend kemarin kami harus mengisi di sebuah acara dan mengikuti lomba.... waktu ngisi acara sih lancar2x aja, suara saya masih bisa dikontrol (saya waktu itu lagi sakit flu, batuk yg sampe ngilangin suara...) pas besoknya lomba.... jeng jeng!!! Udah deh, nada2xnya udah ga jelas. mestinya kord ini saya malah ngeluarin nada kord itu.... hehehe.... sempet jadi pikiran juga sih (baca:stress) tapi, mau gimana lagi? emang kondisi udah seperti itu.
untuk anggota senior tim nasyid.... (kalo mereka baca) latih lagi "feel"-nya dan kuasai tehnik pernapasan supaya nyanyi-nya ga cape dan lebih "akurat".
:: 3 hours to the next mid-test ::
.......... well?